Kaldera Toba Ditetapkan Jadi UNESCO Global Geopark

Selama 9 tahun berjuang, kini Kaldera Toba resmi ditetapkan jadi UNESCO Global Geopark. Perjuangan panjang selama sembilan tahun sejak diusulkan pada tahun 2011, akhirnya pengakuan ini resmi didapatkan pada bulan Juli 2020.

Melalaui sidang ke-209, Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada hari Selasa (7/7/2020). Dalam sidang tersebut disepakati Kaldera Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark baru. Penetapan ini merupakan sebuah proses panjang dari upaya bersama dari berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun masyarakat dan pemerintah daerah.

Sebagai salah satu danau terbesar dan terindah di Indonesia yang dikelilingi oleh tujuh Kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Tercipta melalui sebuah letusan gunung merapi super volcano pada 66.000 – 77.000 tahun lalu, sehingga memicu perubahan global iklim dunia.

Ledakan multimegaton pada perut bumi telah menciptakan kaldera volkano. Puncak Gunung Toba yang meledak tersebut adalah Pulau Samosir yang tidak ikut hancur. Danau Toba berbentuk lonjong dengan panjang 82 km dan lebar 42 km. Dataran ditengah Danau Toba, yakni pulau Samosir mempunyai ukuran 38 x 18 km, yang berada pada ketinggian 903,7 meter. Lapisan batu batuan yang disebut lithosfher membentuk dataran tinggi yang dikenal dengan  Tano Batak (Tanah Batak).

Letusan Toba memuntahkan 2800 km kubik ton belerang, yang mengakibatkan hujan asam (acid rain) selama bertahun tahun. Letusan Toba jauh lebih besar dari dua letusan gunung lain di Indonesia, yaitu Tambora yang memuntahkan 100 km kubik batuan dan debu pada tahun 1816, dan Karakatau yang memuntahkan 21 km kubik batuan dan debu ditahun 1883.

Pemandangan Danau Toba dari Bukit Singgolom

Apa yang dimaksud dengan Kaldera Toba

Kaldera sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang artinya “Wajan“. Kaldera adalah fitur vulkanik yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik. Contohnya adalah letusan super vulcano dari Gunung Toba pada 75.000 tahun yang lalu.

Proses Pembentukan Kaldera

Keruntuhan permukaan terjadi karena kosongnya kantung magma di bawah gunung berapi, biasanya terjadi karena gunung meletus. Jika cukup banyak magma dikeluarkan, kantung magma yang kosong tidak bisa mendukung berat struktur gunung berapi di atasnya.

Patahan melingkar berbentuk cincin terbentuk di sekililing kantung magma. Patahan cincin juga menjadi pemicu keluarnya isi magma lain melalui jalan keluar sekeliling puncak gunung berapi. Dengan kosongnya kantung magma, bagian tengah gunung api mulai runtuh. Runtuhnya gunung bisa berupa satu letusan dahsyat atau sebuah seri letusan. Luas bagian yang runtuh bisa ratusan atau ribuan kilometer besarnya.

Manfaat dari ditetapkannya Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark

Dengan ditetapkannya Kaldera Toba menjadi Unesco Global Geopark, maka Indonesia dapat mengembangkan geopark Kaldera Toba melalui jaringan Global Geoparks Network dan Asia Pacific Geoparks Network khususnya dalam kaitan pemberdayaan masyarakat lokal.

Melalui pengembangan geo-pariwisata yang berkelanjutan, terbuka peluang bagi masyarakat setempat untuk promosi budaya, produk lokal serta penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih luas. Selain itu, penetapan ini dapat mendorong terjadinya pengembangan perekonomian dan pembangunan berkelanjutan di daerah tersebut.

Keindahan Geosite Kaldera Toba dan kekayaan budaya yang dimiliki menjadikan Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata andalan Indonesia yang masuk dalam daftar “10 Bali Baru”.

Leave a Reply